Prodi kuliah saya adalah Teknik Informatika anak fakultas Teknik Indutri. Ada beberapa alasan yang mendorong saya mengambil jurusan ini dan tidak bisa saya beritahukan karena beberapa alasan. Intinya adalah setelah saya belajar di jurusan ini dan membaca-baca berbagai artikel, saya mendapatkan tujuan pembelajarannya.
1. Hak cipta adalah omong kosong belaka yang mendorong seseorang bersikap tamak. Sebaiknya adalah penghargaan berupa "Terima Kasih" dan bukannya hanya mengincar uangnya saja. Karena keinginan terhadap uang tidak akan ada habisnya. Dengan hak cipta akan mendorong terjadinya tersendatnya distribusi kepada yang membutuhkan.
2. Men-sama ratakan semua teknologi informasi terbaru dengan diiringi pembelajaran kepada para pengguns barunya. Teknologi informasi bukan hanya milik kota besar dan untuk mereka yang di"khususkan" tetapi untuk semua manusia tanpa terkecuali.
3. Semua informasi bersifat bebas.
4. Dengan ilmu ini semoga saya bisa membaktikan kepada orang tua saya, keluarga, orang-orang terkasih, dan membuat sesuatu yang dapat memperbaiki kehidupan saya.
5. Orang-orang sombong yang menampakkan topeng mereka ke hadapan publik justru menampakkan apa yang ada pada diri mereka.
6. Dari semua ilmu ini saya akhirnya sadar betapa bodohnya saya dan saya harus lebih giat lagi dalam mencari ilmu.
Harapan saya, masa depan adalah berisi orang-orang yang rendah hati dan informasi bersifat bebas dan semua teknologi informasi dapat diakses setiap orang gratis. Manusia sok benar akan berakhir dengan kesombongan mereka. Kehidupan berjalan rapih dan terintegrasi dengan baik dalam susunan sistem informasi manajemen yang begitu detail mendalam kerapihannya. Hukum manusia tertata rapih dan manusia hidup tentram dalam kehidupan mereka masing-masing sebagai makhluk sosial yang sebenar-benarnya.
Kamis, 10 Maret 2011
Manusia dan Harapan
Manusia harus memiliki harapan bahkan harus sebagai pemimpi. Kenapa? Kerena dengan mimpi kita akan mewujudkan sebuah harapan, dengan harapan kita akan lebih berusaha untuk mewujudkan mimpi kita ke dalam kehidupan nyata. Harapan adalah sebuah impuls dalam otak kita yang merangsang otak untuk berfikir lebih liar dalam berkeinginan dengan keinginan agar menjalani kehidupan lebih baik.
Seorang pemimpi dan bukan pemimpi akan berfikir seperti ini bila dianalogikan:
Keadaannya seperti ini, bila suatu waktu dalam keadaan bahwa seseorang sedang berkeinginan akan sesuatu yang sangat diinginkannya dengan tingkat persentase kemungkinan kejadian yang lumayan kecil. Sebagai seorang bukan pemimpi dia hanya akan memendam dalam hati dan lambat laun menghilang keinginannya karena impossible bila ditinjau dengan akal sehat, dia menjalani kehidupan datar dan lupa lah apa sebenarnya keinginannya selama ini. Sebagai seorang pemimpi dia akan berfikir bahwa semua pasti bisa terjadi dan mungkin terjadi bila dia punya kemauan yang tinggi, apalah arti sebuah benua yang memisahkannya dengan sang "harapan". Dia akan berfikir positif dengan selalu berharap akan terwujud keinginannya tersebut dengan menjalani hari-hari bersama pancaran-pancaran positifnya.
Bisa disimpulkan bahwa dengan mimpi dan harapan hidup akan terus berlanjut dengan pandangan lurus bahwa hidup itu pasti akan terus berjalan dengan berbagai kemungkinan.
Jadi, apa mimpimu? Show Yourself...! Make Your Dreams Come True...
Setidaknya Mimpi Itu Masih Ada, Bukannya Harapan Kosong Belaka...
Seorang pemimpi dan bukan pemimpi akan berfikir seperti ini bila dianalogikan:
Keadaannya seperti ini, bila suatu waktu dalam keadaan bahwa seseorang sedang berkeinginan akan sesuatu yang sangat diinginkannya dengan tingkat persentase kemungkinan kejadian yang lumayan kecil. Sebagai seorang bukan pemimpi dia hanya akan memendam dalam hati dan lambat laun menghilang keinginannya karena impossible bila ditinjau dengan akal sehat, dia menjalani kehidupan datar dan lupa lah apa sebenarnya keinginannya selama ini. Sebagai seorang pemimpi dia akan berfikir bahwa semua pasti bisa terjadi dan mungkin terjadi bila dia punya kemauan yang tinggi, apalah arti sebuah benua yang memisahkannya dengan sang "harapan". Dia akan berfikir positif dengan selalu berharap akan terwujud keinginannya tersebut dengan menjalani hari-hari bersama pancaran-pancaran positifnya.
Bisa disimpulkan bahwa dengan mimpi dan harapan hidup akan terus berlanjut dengan pandangan lurus bahwa hidup itu pasti akan terus berjalan dengan berbagai kemungkinan.
Jadi, apa mimpimu? Show Yourself...! Make Your Dreams Come True...
Setidaknya Mimpi Itu Masih Ada, Bukannya Harapan Kosong Belaka...
Selasa, 11 Januari 2011
Agama Dalam Kehidupan Sosial
Agama adalah salah satu proses sosial seseorang. Agama adalah hubungan seseorang secara vertikal kepada Tuhannya. Agama dapat menjadi pecutan di hidup ini dengan membayangkan kehidupan setelah kematian, dan dapat kita merasakan manisnya iman dengan cara kita masing-masing. Kita ini sejatinya jiwa yang baik, kita mengotori ini sendiri dengan masa lalu kelam dan seharusnya kita mampu membersihkannya di masa mendatang. Kita mampu belajar mendalami agama ke orang ahlinya dan mengimplementasikannya di kehidupan nyata. Tapi, kehidupan sosial kita bahkan seolah-olah mengekang kita dengan kebudayaan turun temurun dan semacamnya yang sebenarnya kita sendiri tidak mengerti apa itu dan untuk apa. Agama haruslah menjadi suatu motivasi hidup demi tujuan merasakan manisnya dunia dan manisnya akhirat. Agama tidak melarang kita menjadi kaya, kita berhak jadi kaya tapi kaya yang seperti apa yang dipermasalahkan. Agama itu mudah bila kita jalani dan resapi dan mencoba merasakan manisnya iman di dalam diri kita. Agama tidak menuntut menjalankan upacara-upacara yang memusingkan dan ribet, agama itu mudah.
Agama haruslah menjadi tonggak kehidupan sosial kita, apa-apa yang dilarang dan apa-apa yang diperintahkan haruslah kita turuti demi mengecap manisnya iman. Agama dapat kita jadikan undang-undang dan peraturan kesusilaan yang erat kaitannya dengan kehidupan kita sehari-hari. Agama ini mengajarkan kita berjalan lurus demi menggapai ridha Allah Subhanahu wa ta'ala, dengan ridha-Nya semoga hidup kita dapat berjalan lebih mudah. Kita pun tidak diperbolehkan menjalankan agama tok, karena yang diperintahkan adalah seimbang antara dunia-agama(akhirat).
Rasulullah salallahu 'alaihi wa salam pun telah mengajarkan tentang bagaimana berkehidupan sosial dengan baik dan begitupun semua agama yang ada di dunia ini.
Agama haruslah menjadi tonggak kehidupan sosial kita, apa-apa yang dilarang dan apa-apa yang diperintahkan haruslah kita turuti demi mengecap manisnya iman. Agama dapat kita jadikan undang-undang dan peraturan kesusilaan yang erat kaitannya dengan kehidupan kita sehari-hari. Agama ini mengajarkan kita berjalan lurus demi menggapai ridha Allah Subhanahu wa ta'ala, dengan ridha-Nya semoga hidup kita dapat berjalan lebih mudah. Kita pun tidak diperbolehkan menjalankan agama tok, karena yang diperintahkan adalah seimbang antara dunia-agama(akhirat).
Rasulullah salallahu 'alaihi wa salam pun telah mengajarkan tentang bagaimana berkehidupan sosial dengan baik dan begitupun semua agama yang ada di dunia ini.
Menuju Yang Lebih Baik Dengan Akulturasi Positif
Masyarakat negara berkembang adalah bak anak kecil yang harus dididik terlebih dahulu agar mandiri selanjutnya. Akulturasi adalah masuknya unsur-unsur dari luar tanpa menghilangkan budaya asli suatu daerah. Ini membuka kesempatan kepada kita negara berkembang untuk semakin maju dan maju untuk kehidupan yang lebih baik hingga ke semua lapisan masyarakat. Kita bisa mengambil segala sesuatu yang positif untuk mengembangkan pola pikir kita, belajar mungkin salah satunya. Kita bisa belajar bahasa asing agar wawasan kita lebih luas dan dengan begitu kita bisa memahami buku-buku yang tidak menggunakan bahasa asli kita. Dengan begitu kita mampu mengembangkan diri kita menuju yang lebih baik lagi. Belajar bahasa lain itu salah satu contoh yang penting karena bahasa adalah penemuan yang paling berharga agar kita sebagai mahkluk sosial mampu berinteraksi dan saling memahami apa yang dimaksudkan oleh kedua belah pihak.
Dengan kita sudah menguasai apa-apa yang penting di kehidupan ini kita jadi bisa saling berbagi dan menghargai satu sama lainnya hingga terbentuklah integrasi yang satu pemikiran yaitu " Tetap Bergerak Maju". Kita sebagai sebuah negara pasti tidaklah mau untuk "tertinggal" dari negara lain yang sudah maju. Kita sudah punya semua SDA yang sangat mencukupi dan sekaranglah saatnya kita olah semua itu dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan "dari luar". Akulturasi membantu sebuah daerah menerima sesuatu yang baru, tetapi masih sangat sulit untuk daerah jumud yang berpikiran kolot untuk diperkenalkan dengan sesuatu yang seperti ini. Dibutuhkan sosok yang berintegritas tinggi yang siap memimpin suatu daerah untuk mencoba menerima sesuatu yang asing itu demi kebaikan bersama.
Semua kembali kepada kita masing-masing, apakah kita mau menerima untuk maju atau menolak untuk mundur. Sikap masyarakat untuk saling toleransi itu sangat dibutuhkan untuk tujuan bersama dengan begitu maka kebutuhan satu orang dan satu lainnya dapat saling dipenuhi bersama. Bukan tidak mungkin suatu negara terpengaruh asimilasi karena terlena akan budaya asing tersebut. Maka, kita harus pandai-pandai menyaring semua itu demi kebaikan kita dan orang lain. Kita mahluk sosial dan akan tetap begini sampai habis. Inspirasi
Dengan kita sudah menguasai apa-apa yang penting di kehidupan ini kita jadi bisa saling berbagi dan menghargai satu sama lainnya hingga terbentuklah integrasi yang satu pemikiran yaitu " Tetap Bergerak Maju". Kita sebagai sebuah negara pasti tidaklah mau untuk "tertinggal" dari negara lain yang sudah maju. Kita sudah punya semua SDA yang sangat mencukupi dan sekaranglah saatnya kita olah semua itu dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan "dari luar". Akulturasi membantu sebuah daerah menerima sesuatu yang baru, tetapi masih sangat sulit untuk daerah jumud yang berpikiran kolot untuk diperkenalkan dengan sesuatu yang seperti ini. Dibutuhkan sosok yang berintegritas tinggi yang siap memimpin suatu daerah untuk mencoba menerima sesuatu yang asing itu demi kebaikan bersama.
Semua kembali kepada kita masing-masing, apakah kita mau menerima untuk maju atau menolak untuk mundur. Sikap masyarakat untuk saling toleransi itu sangat dibutuhkan untuk tujuan bersama dengan begitu maka kebutuhan satu orang dan satu lainnya dapat saling dipenuhi bersama. Bukan tidak mungkin suatu negara terpengaruh asimilasi karena terlena akan budaya asing tersebut. Maka, kita harus pandai-pandai menyaring semua itu demi kebaikan kita dan orang lain. Kita mahluk sosial dan akan tetap begini sampai habis. Inspirasi
Senin, 10 Januari 2011
Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan
Ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang kompleks yang ditemukan oleh manusia yang seharusnya membantu kehidupan masyarakat itu sendiri. Ilmu pengetahuan adalah hasil karya terbesar yang mampu membuat manusia keluar dari kegelapan masa lalunya. Kehidupan teratur inilah keinginan kita semua, diiringi kesejahteraan bersama tentunya. Dari ilmu pengetahuan kita menciptakan sesuatu yang berbentuk fisik yang kita sebut teknologi, tentunya dari ilmu pengetahuan tidak hanya menciptakan sesuatu yang berbentuk fisik saja bukan? Dari teknologi ini kehidupan kita semakin dipermudah bagaimanapun caranya hingga se-nyaman mungkin. Teknologi terus berkembang hingga benar-benar ke keadaan dimana dunia otomatis yang menjadi idaman semua manusia. Tapi, kemiskinan justru terlihat jelas bagai sahabat pendamping dari kesuksesan tersebut yang akhirnya timbulah kesenjangan sosial di antara kita. Entahlah kesalahan siapa, ilmu pengetahuan terus digencarkan demi menciptakan teknologi yang mumpuni tapi kemiskinan pun masih menjadi momok yang perlu dibenahi oleh masing-masing kita. Kemiskinan identik dengan kurangnya penghasilan yang didapat seseorang di kehidupannya, akan tetapi kita harus memikirkan dari faktor lainnya. Faktor yang menyebabkan kemiskinan menimpa seseorang bisa juga karena kemalasannya mencari ilmu pengetahuan yang berakibat kepada minimnya kemampuan seseorang hingga menjadi malas dalam menggapai sesuatu. Diperparah dengan persepsi masyarakat kita yang mementingkan perut terlebih dahulu. Padahal bila dipikir-pikir, jika kita memiliki tingkat keilmuan lebih tinggi maka kita akan diangkat derajatnya dan kita akan dihargai di kehidupan ini bukannya hanya menjadi pekerja serabutan yang menunggu nasib seolah-olah. Peluang pekerjaan akan lebih terbuka lebar dan akhirnya pendapatanpun akan meningkat, bila ditelisik lebih maka kita bisa membagi ilmu kita ke orang lain dalam hal membuka lapangan pekerjaan independen dan akhirnya kita lebih dihargai lagi karena telah membantu mengurangi pengangguran.
Teknologi seharusnya dari semua dan untuk semua, bukannya dikuasai oleh orang-orang rakus. Layanan seharusnya murah bila tidak dikuasai oleh orang-orang rakus. dan itulah tugas kita sebagai kaum muda yaitu membuat inovasi yang murah, efektif, dan efisien. Ilmu pengetahuan pun untuk semua, dan marilah kita membuka hati untuk menuntun orang-orang yang kurang dari kita, begitu juga kalian! jangan hanya dicekoki kemudahan tapi marilah bersama membangun bangsa ini.
Teknologi seharusnya dari semua dan untuk semua, bukannya dikuasai oleh orang-orang rakus. Layanan seharusnya murah bila tidak dikuasai oleh orang-orang rakus. dan itulah tugas kita sebagai kaum muda yaitu membuat inovasi yang murah, efektif, dan efisien. Ilmu pengetahuan pun untuk semua, dan marilah kita membuka hati untuk menuntun orang-orang yang kurang dari kita, begitu juga kalian! jangan hanya dicekoki kemudahan tapi marilah bersama membangun bangsa ini.
Kamis, 09 Desember 2010
Orang Kota Harus Mendesakan DIri
Perkotaan adalah tempat yang memiliki keadaan bahwa kehidupan lebih baik daripada di kehidupan pedesaan. Maksudnya, kehidupan di perkotaan "seharusnya" lebih baik daripada pedesaan. Masyarakat kota lebih dekat kepada pemimpin dari segi geografisnya tapi belum tentu dekat pemikirannya. Perkotaan adalah tempat penuh sesak entah itu manusia yang hidup di dalamnya maupun polusi didalamnya. Penataan yang baik sungguh diperlukan di perkotaan karena di negara maju saja perkotaan masih tidak terlalu baik penataannya baik dari segi lingkungan dan tata kota.
Entah karena terlalu banyak menghisap polusi atau terhalangi kilau duniawi, banyak sekali masalah yang timbul di daerah perkotaan dibandingkan pedesaan. Tapi, disini bukannya menyalahkan perkotaan tetapi di pedesaan pun pasti ada masalah dan intinya di setiap tempat pasti ada masalah. Kenyataan permasalahan yang timbul di perkotaan entah itu kemacetan, polusi, kejahatan dll. Keserakahan masing-masing manusia pun menyebabkan masalah yang bukan hanya kemacetan tapi juga masalah pengelompokkan diri, kesenjangan masing-masing individu, dan ketidak pedulian sesama. Tanpa lihat kanan-kiri, siapa cepat dia yang menang dan mungkin hukum rimba seperti tumbuh perlahan yang artinya adalah "yang kuat yang menang".
Dari sisi wilayah dan segi menjalani kehidupannya, kita dapat mengerti dengan jelas apa itu kota dan desa. Kota cenderung memperbaiki diri lebih signifikan karena mereka harus memikat para investor untuk menanam modal di daerah mereka. Desa pun membenahi diri mereka, itu biasa dilakukan pemerintah agar terlihat pemerataan pembangunan di seluruh negeri walaupun tidak terlalu rata pembangunannya. Orang-orang di perkotaan cenderung hidup sendiri walaupun mereka berdekatan (tidak semua seperti ini), mereka seolah-olah hidup tapi tidak menikmati hidupnya karena semua diukur dengan "uang", dan orang koa cenderung ingin hidup senang tapi faktanya mereka tidak mendapatkan semua itu. Orang pedesaan adalah orang yang cenderung hidup sederhana dan menjunjung tinggi kesusilaan serta adat istiadat mereka dan sangat disayangkan sekarang ini banyak sekali orang desa yang ingin "mengadu nasib" di kota.
Entah itu Kota atau Desa karena mereka disini subjek yang melakukan dan saling terkait satu sama lain, entah apa jadinya bila kota dan desa hidup sendiri-sendiri tanpa saling berhubungan pastinya akan tercipta ketidak seimbangan.
Entah karena terlalu banyak menghisap polusi atau terhalangi kilau duniawi, banyak sekali masalah yang timbul di daerah perkotaan dibandingkan pedesaan. Tapi, disini bukannya menyalahkan perkotaan tetapi di pedesaan pun pasti ada masalah dan intinya di setiap tempat pasti ada masalah. Kenyataan permasalahan yang timbul di perkotaan entah itu kemacetan, polusi, kejahatan dll. Keserakahan masing-masing manusia pun menyebabkan masalah yang bukan hanya kemacetan tapi juga masalah pengelompokkan diri, kesenjangan masing-masing individu, dan ketidak pedulian sesama. Tanpa lihat kanan-kiri, siapa cepat dia yang menang dan mungkin hukum rimba seperti tumbuh perlahan yang artinya adalah "yang kuat yang menang".
Dari sisi wilayah dan segi menjalani kehidupannya, kita dapat mengerti dengan jelas apa itu kota dan desa. Kota cenderung memperbaiki diri lebih signifikan karena mereka harus memikat para investor untuk menanam modal di daerah mereka. Desa pun membenahi diri mereka, itu biasa dilakukan pemerintah agar terlihat pemerataan pembangunan di seluruh negeri walaupun tidak terlalu rata pembangunannya. Orang-orang di perkotaan cenderung hidup sendiri walaupun mereka berdekatan (tidak semua seperti ini), mereka seolah-olah hidup tapi tidak menikmati hidupnya karena semua diukur dengan "uang", dan orang koa cenderung ingin hidup senang tapi faktanya mereka tidak mendapatkan semua itu. Orang pedesaan adalah orang yang cenderung hidup sederhana dan menjunjung tinggi kesusilaan serta adat istiadat mereka dan sangat disayangkan sekarang ini banyak sekali orang desa yang ingin "mengadu nasib" di kota.
Entah itu Kota atau Desa karena mereka disini subjek yang melakukan dan saling terkait satu sama lain, entah apa jadinya bila kota dan desa hidup sendiri-sendiri tanpa saling berhubungan pastinya akan tercipta ketidak seimbangan.
Rabu, 01 Desember 2010
Persamaan Derajat Hanya Untuk yang Sama Derajatnya
Mungkin judul kali ini sangat mengherankan, tetapi inilah fakta yang terjadi di sekeliling kita dimana para petinggi hanya memandang petinggi lainnya dan tidaklah mau menilik sedikit kebawah dimana mereka yang membuat petinggi mendapat apa yang mereka dapat sekarang (tentunya kekayaan).
Persamaan derajat di negara ini adalah sama di depan hukum, sama di dalam keikutsertaan di bidang politik, dan orang miskin dirawat oleh negara. Entah apa jawaban dari semua ini, tapi kita harus tetap memandang positif dari sisi kita masing-masing yang jelas pelapisan sosial harus dihindarkan demi kebaikan bersama.
Kita harus menilik apa yang sebenarnya terjadi pada pelapisan sosial ini, mungkin sebabnya adalah:
1. Gengsi
Gengsi karena malu bergaul dengan mereka yang "levelnya" dibawahnya mungkin lebih dominan dari semua sebab. Gengsi manusia masih terbilang cukup besar bagi sebagian orang karena kesombongan yang di milikinya lebih besar daripada kebersamaan untuk berbagi.
2. Kelompok Sosial
Terjadi karena golongan-golongan yang tercipta dengan sendirinya atau dengan sengaja karena persamaan visi dan memang merasa berhak. Contohnya kasta pada kerajaan.
3. Fakta
Memangkah fakta bahwa masyarakat ini memang memiliki penggolongan kelas atas dan bawah? Bila benar ada, maka ini benar-benar memojokkan mereka yang "bawah" karena tidak dapat bergerak bebas dan mereka yang "atas" pasti akan menginjak-injak yang "bawah" karena mereka merasa berhak.
Mungkin itu saja, dan semoga kita tetap bersama untuk memajukkan negeri ini karena kesamaan derajat sama dengan kesamaan kepentingan (insya allah). Pelapisan sosial hanya akan membentuk dinding kerak tajam diantara kita masyarakat negara ini dan akhirnya masing-masing mementingkan kepentingan sendiri dengan segala cara yang mereka bisa.
Terima kasih
Persamaan derajat di negara ini adalah sama di depan hukum, sama di dalam keikutsertaan di bidang politik, dan orang miskin dirawat oleh negara. Entah apa jawaban dari semua ini, tapi kita harus tetap memandang positif dari sisi kita masing-masing yang jelas pelapisan sosial harus dihindarkan demi kebaikan bersama.
Kita harus menilik apa yang sebenarnya terjadi pada pelapisan sosial ini, mungkin sebabnya adalah:
1. Gengsi
Gengsi karena malu bergaul dengan mereka yang "levelnya" dibawahnya mungkin lebih dominan dari semua sebab. Gengsi manusia masih terbilang cukup besar bagi sebagian orang karena kesombongan yang di milikinya lebih besar daripada kebersamaan untuk berbagi.
2. Kelompok Sosial
Terjadi karena golongan-golongan yang tercipta dengan sendirinya atau dengan sengaja karena persamaan visi dan memang merasa berhak. Contohnya kasta pada kerajaan.
3. Fakta
Memangkah fakta bahwa masyarakat ini memang memiliki penggolongan kelas atas dan bawah? Bila benar ada, maka ini benar-benar memojokkan mereka yang "bawah" karena tidak dapat bergerak bebas dan mereka yang "atas" pasti akan menginjak-injak yang "bawah" karena mereka merasa berhak.
Mungkin itu saja, dan semoga kita tetap bersama untuk memajukkan negeri ini karena kesamaan derajat sama dengan kesamaan kepentingan (insya allah). Pelapisan sosial hanya akan membentuk dinding kerak tajam diantara kita masyarakat negara ini dan akhirnya masing-masing mementingkan kepentingan sendiri dengan segala cara yang mereka bisa.
Terima kasih
Langganan:
Postingan (Atom)